Rabu, 27 Desember 2017

Winda Adinda 2018



Menganyam untuk Menyambung Hidup


Desa tibusisok adalah salah satu desa yang terletak di Lombok tengah yang di mana para ibu rumah tangga mengisi kekosongan dengan menganyam dan sebagian besar juga masih mencari penghasilan melalui kerajinan anyaman, hampir mayoritas di desa ini mempunyai keahlian menganyam. Dikarenakan nilai jual anyaman sangat tinggi banyak dari mereka dapat menyengolahkan anaknya dan sekaligus membantu beban suami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.sedangkan para suami lebih memilih bertani di sawah.
Menganyam adalah mengatur bilah atau lembaran-lembaran secara tindih menindih dan dilang-menyilang sehingga menghasilkan nilai keindahan yang berkualitas
Bahan –bahan yang digunakan untuk menganyam adalah sebagai berikut.
1. Rotan
2. Pisau
3. Pusut (alat tusuk yang terbuat dari besi)
4. Metran
5. Cat
Di desa ini mengnyam biasa disebut juga dengan ngulat. salah satu bahan utama yang di pakai pengerajin adalah rotan.  Proses pembuata kerajianan rotan. pengerajin haru pintar memilih rotan yang sesuai dengan barang kerajinan yang akan di bentuk. Membuat anyaman terbilang sangan sulit dan membutuhkan waktu yang lama rotan dan batang harus di haluskan menggunakan pisau lalu dianyam dan dipilin sesuai model, barulah setelah selesai dibentuk kemudian di beri sentuhan warna (cat) atau diberi prlitur. Dalam sehari biasanya pengerajin dapat meneyesaikan 2 s.d. 3 anyaman tergantung besar dan tingkat kesulitan anyaman tersebut. Kerajianan anyaman yang terbuat dari rotan  Salah satunya adalah cupu. Cupu adalah sebuah wadah yang berbentuk bulat, yang biasanya digunakan sebagai tempat penyimpanan.
Hasil kerajinan anyaman yang dibuat di desa tibusisok ini juga bermacam-macam  seperti peralatan rumah tangga, hiasan diding, pernak-pernik dekorasi ruangan, tas dan sebagian besar terbuat dari rotan. Dan harga yang ditawarkan juga bervariasi tergantung ukuran dan jenis kesulitan dalam pembuatan anyaman itu sendiri.
                      Mereka tidak menjual sendiri hasil karyanya namun ada peusahaan yang tempat mereka bernaung. Dengan segala peralatan dan bahannya dari perusahaan tersebut dan mereka tinggal membentuk atau membuatnya sesuai perintah dan diberi batas waktu. Setelah jadi mereka akan diberi upah oleh atasannya sesuai dengan hasil yang mereka kerjakan.

28 komentar:

  1. Semangat nulis dan tingkatkan lagi

    BalasHapus
  2. Bagus dan bermanfaat..di tingkatkan lagi

    BalasHapus
  3. Izin kopas... Buat presentasi...

    Cakep daah... ��

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Kereeen lanjutkan tulisanmu hee

    BalasHapus
  6. Keren. sangat membantu dan bermanfaat

    BalasHapus
  7. wih pusut tiak taok ejin n ��������

    BalasHapus
  8. wkwkwkwk๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  9. Berapa harga nya kalau dijual mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harganya tergantung besar sm tingkat kesulitan buat.a mas

      Hapus
    2. Harganya tergantung besar sm tingkat kesulitan buat.a mas

      Hapus
  10. Berapa harga nya kalau dijual mbak?

    BalasHapus
  11. Mantaaaap!!
    D mana aja d jual hasil.a mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa.a d jual ke luar kota a jgak smpe keluar negeri

      Hapus
  12. Mantaaaap!!
    D mana aja d jual hasil.a mba?

    BalasHapus